Saturday, April 9, 2011
Adian Husaini: Film Hanung Kampanye Pluralisme yang Vulgar
Pakar pemikiran Islam, Dr Adian Husaini punya kesan sendiri setelah melihat langsung film karya Hanung Bramantyo berjudul ‘?’ (baca: Tanda Tanya) yang mulai menghiasi layar lebar di Indonesia pada 7 April 2011 lalu.
Menurunya, film ini jelas-jelas sebuah kampanye pluralimse yang vulgar.
“Jelas kampanye pluralisme, malah pluralisme yang vulgar,” ujar Adian.
Peniliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) ini menambahkan, dalam pandangan Islam, orang Murtad itu sangat serius, tidak bisa dianggap main-main. Dalam Islam, orang murtad itu dianggap kafir dan kata kafir itu bukan kata main-main.
“Setelah saya melihat trailer film ini yang lebih dulu disebarkan di YouTube, hingga menonton langsung filmnya malam ini, jelas sekali, film ini sangat merusak, berlebihan, dan melampaui batas.”
Menurut pria yang juga kolumnis tetap di hidayatullah.com ini pesan dalam film ini ingin memberikan kerukunan, tetapi justru memberikan streotype (cap) yang buruk pada Islam,
Misalnya; kasus menusup pendeta, mengebom gereja dll. Kasus-kasus itu kemudian diangkat menjadi sterotype. Menurut Adian, peran-peran Islam juga digambarkan dengan buruk. Orang murtad dari Islam dianggambarkan sebagai hal yang wajar saja, juga semua agama digambarkan menuju tuhan yang sama.
“Dalam film ini, dibuat seolah orang keluar dari agama Islam itu sesuatu yang biasa saja,” katanya.
Menurut Adian, semua yang digambarkan Hanung dalam film itu jelas paham Pluralisme yang sangat ditentang dalam Islam. Sebab kerukunan itu, kata Adian, bisa diwujudkan tanpa mengorbankan keyakinan masing-masing.
Karena itu, Adian menilai, pesan film Hanung ini sangat berlebihan, terutama jelas merusak konsep Islam. Merusak konsep tauhid, syirik, iman dan kufur.
“Sangat disayangkan film seperti ini disebarluaskan. Ini bukan menumbuhkan kerukunan, malah merusak kerukunan itu sendiri.”
Menurutnya, atas nama Pluralisme, semuanya dirusak dengan cara berlebih-lebihan. Padahal tidak mungkin semua agama dihilangkan klaim kebenaran.Padahal selama ini tidak ada masalah. Jadi film ini sangat berbahaya.
Adian juga mempertanyakan, “Apa sih yang mau dicapai dengan tontonan-tonan seperti ini?”
Padahal jelas sekali dalam Islam, ada tauhid ada syirik, ada iman ada kufur. Batas-batas itu harus dipegang. Kalau produser, penulis, pemain dan sutradara mengaku dirinya Muslim, seharusnya dia menjaga batas-batas aqidah dan keimanan dia.
Kapan dia memegang keyakinannya dan kapan harus menjaga kerununan dengan orang lain.
“Jadi film ini salah kaprah dan berlebihan yang justru merugikan kerukunan umat beragama sendiri.”
Dia menyarankan, di era kebebasan ini, umat Islam harus berhati-hati, karena banyak ide-ide menyesatkan digambarkan dengan cenematografi yang dibungkus humor atau memancing tawa. Orang lupa, padahal di balik tawa dan canda itu ada sesuatu yang serius.
Dengan era apa saja sekarang ini, di mana orang bisa nonton apa saja, bisa produksi apa saja, langkah terbaik adalah “Kuu anfusakum wa ahlikum naaro” (jagalah keluargamu dari api neraka).
Film Hanung ini, kata Adian seperti pernah disampaikan Allah dalam Qur’an Surat Al-An’am; 112, dengan istilah “Zuhrufal Qauli Ghururo” [perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)].
Sebagaimana disebutkan dalam terjemahan Quran Surat Al-An’am: 112, berbunyi, “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” [Quran Surat 6:112]
Lebih lanjut, ia berharap Hanung memang sedang tidak menyadari kekeliruannya.
“Saya berharap ia (Hanung) tidak sadar dan keliru. Dan bertaubat, memohon ampun pada Allah itu lebih baik daripada mempertahankan hal yang salah,“ ujarnya.
Sebelum ini, KH A.Cholil Ridwan, Ketua MUI Bidang Budaya sempat mengirimkan rilim kepada redaksi hidayatullah.com, yang menyebut film ini dapat mendukung orang murtad (keluar Islam).(hidayatullah.com, 8/4/2011)
Thursday, April 7, 2011
SAYA BERLEPAS DIRI DARI KAMU

Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu." Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah." Dan Allah sangat keras siksa-Nya (QS . Al Anfal :48)
Demikianlah kira-kira para penguasa boneka arab seperti Mubarak, Qaddafi, Ben Ali, dan lain-lain saat ini .
Begitulah nasib para penguasa boneka yang telah melayani barat selama puluhan tahun, dan mengangap barat adalah pelindung dan penolong. Ketika gelombang revolusi ummat yang sudah tidak tahan ditindas selama puluhan tahun menghancurkan kekuasaan mereka maka baratpun lari meninggalkan mereka.
Tidakkah mereka mengambil pelajaran?
Tidakkah para penguasa negeri-negeri muslim mengambil pelajaran?? bahwa pelindung yang sebenarnya adalah Allah, Rosulnya dan orang-orang beriman? Bukan Inggris, Perancis atau Amerika??
Sunday, March 27, 2011
Tahukah Anda Apa itu Free Masonry?
Terdiri dari dua kata Free=bebas dan Mason=pekerja, sehingga free masonry artinya adalah "pekerja-pekerja bangunan yang bebas". Organisasi ini memiliki sejarah panjang dan merupakan organisasi rahasia yang terkait dengan banyak sekali kejadian, revolusi, penyusupan pengaruh dan ide dan peristiwa-peristiwa besar, seperti runtuhnya Turki Utsmani, Perang dunia I dan II, bahkan termasuk mungkin persiapan kemerdekaan Indonesia.
Salah satu kelemahan ummat ini, yang sebenarnya merupakan dampak saja dari kesalahan kurikulum pendidikan sekular di Indonesia, sedemikian sehingga para pelajar ummat ini lebih menganggap mata pelajaran eksak lebih penting dari pelajaran sosial. Jurusan eksak lebih bergengsi dari jurusan sosial. Salah satu dampak yang besar adalah "buta"nya ummat ini akan sejarah gemilang ummat masa lalu, "buta"nya ummat ini tentang penyebab kenapa sejarah gemilang itu kini lenyap tak berbekas. Dan ketika ummat ini memandang masa lalu dan sejarah, semata-mata dengan kacamata "sekuler" dan "barat" maka jadilah solusi-solusi yang ditawarkan membuat masalah semakin menumpuk dan solusi sebenarnya tidak kunjung dilakukan......
Salah satu kelemahan ummat ini, yang sebenarnya merupakan dampak saja dari kesalahan kurikulum pendidikan sekular di Indonesia, sedemikian sehingga para pelajar ummat ini lebih menganggap mata pelajaran eksak lebih penting dari pelajaran sosial. Jurusan eksak lebih bergengsi dari jurusan sosial. Salah satu dampak yang besar adalah "buta"nya ummat ini akan sejarah gemilang ummat masa lalu, "buta"nya ummat ini tentang penyebab kenapa sejarah gemilang itu kini lenyap tak berbekas. Dan ketika ummat ini memandang masa lalu dan sejarah, semata-mata dengan kacamata "sekuler" dan "barat" maka jadilah solusi-solusi yang ditawarkan membuat masalah semakin menumpuk dan solusi sebenarnya tidak kunjung dilakukan......
Sunday, March 13, 2011
DETIK-DETIK TSUNAMI JEPANG MARET 2011

Ketika manusia Jepang sudah merasa mampu menguasai alam, mampu mengontrol gempa, mampu mengendalikan tsunami, dan ketika para ilmuwan dan pemimpin mereka tidak pernah menganggap kejadian alam apapun bahkan alam itu sendiri tidak pernah ada hubungannya dengan sesuatu yang oleh orang yang percaya disebut sebagai Tuhan Semesta Alam. Ketika manusia Jepang menganggap bahwa keyakinan kepada Tuhan adalah pikiran orang-orang bodoh yang tidak tahu ilmu dan teknologi , yang sebentar-sebentar melarikan masalahnya kepada Tuhan. Dan ketika mereka merasa sudah mampu menjadi Tuhan yang menguasai alam ini dengan seluruh fenomenanya.
Ketika dakwah kepada masyarakat Jepang ibarat mendakwahi BATU, begitu kata Profesor KO NAKATA,...
Ketika tidak ada cara lagi mengingatkan masyarakat Jepang...
Maka..
Ketika itu Kekuatan maha dahsyat dari dzat yang diyakini sebagai Tuhan oleh orang-orang yang yakin, Kekuatan yang maha menguasai ilmu dan teknologi yang Maha sempurna, menunjukkan kekuatannya yang sebenarnya,....
Maka kekuatan Tuhan menunjukkan kepada manusia Jepang dan manusia penghuni bumi SIAPA SESUNGGUHNYA YANG LEBIH MEMILIKI KEKUATAN...
ALLAHU QOWIYYUN... pemilik kekuatan dan pemilik ilmu pengetahuan...
Betapa kecilnya kekuatan manusia...
Betapa kecilnya benda-benda buatan manusia seperti mobil, rumah, pesawat, gedung anti gempa,... atau apapaun namanya yang membuat manusia merasa besar......
Hari ini DIKECILKAN oleh YANG MAHA BESAR....
TENTU BAGI ORANG-ORANG YANG PERCAYA.....DAN YAKIN...
Tetapi nampaknya susah mencari para pemimpin yang meyakini itu. Buktinya, pada setiap komentar dan ucapan PRIHATIN DAN BELA SUNGKAWA, tidak ada satupun kalimat yang mengajak manusia untuk kembali kepada Tuhan, pemimpin dunia... mulai dari OBAMA... sampai ESBEYE... komentarnya dan hal yang disampaikan sama : yaitu bagaimana menyelamatkan masyarakat....dan menanggulangi bencana ini.
Ini bencana internasional.....
Subscribe to:
Posts (Atom)