Saturday, December 14, 2013
BERNIAGA DENGAN ALLAH ADALAH KEMENANGAN YANG BESAR
Saturday, October 19, 2013
Saturday, September 29, 2012
BARAT INGIN MEMADAMKAN CAHAYA ISLAM
KHUTBAH II : DOA: INNALLAHA WA MALAIKATAHU YUSLLUNA ‘ALA NABI, YA AYYUHALLADZINAMANU, SHOLLU ‘ALAIHI WASSLIMU TASLIMA. ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD WA ‘ALA ALI MUHAMMAD, KAMA SHOLAITA ‘ALA IBROHIM, WA ‘ALA ALI IBROHIM, FIL ‘ALAMINA INNAKA KHAMIDUMMAJID ALLAHUMMAGH FIRLANA WA LIWALIDAINA WARHAMHUMMA KAMA RABBAYANA SHIGHARA. ALLAHUMMAGHFIR LIL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT, WAL MUKMININA WAL MUKMINAT, AL AHYA-U MINHUM WAL AMWAT, INNAKA SAMI’UN, QORIBUN MUJIBUDDA’WAT. YA QODIYAL HAJAT. ALLAHUMMAGHFIR LANA DZUNU BANA, WA LI IHWANINALLADZINA SABAQUNA BIL IMAN. WA LA TAJ’AL FII QULUBIINA GHILLAL LILADZINA AMANU . RABBANA INNAKA ROUUFURRAHIM. RABBANA DHALAMNA ANFUSANA WA ILLAM TAGHFIRLANA WATARHAMNA LANAKUNNANA MINAL KHOSYIRIN. ALLAHUMMANSHUR MAN NASHRADDIN WAHZUL MAN KHAZALAL MUSLIMIN ALLAHUMMA ARINAL HAQQA HAQQON, WAR ZUKNA TUBA”A, WA ARINAL BATHILA BATHILAN, WARZUKNA TINABAH. RABBANA ATINA FIDDUNYA KHASANAH WAFIL AKHIRATI KHASANAH, WA KINA ’ADZA BANNAR. SUBHANA RABBIKA RABBIL ’IZZATI ’AMMA YASIFUUN WA SALAMUN ’ALAL MURSALIIN. WAL HAMDULILLAHIRABBIL ’ALAMIN.
Friday, November 11, 2011
MALAPETAKA KARENA RIBA
279. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya
Riba itu memiliki 73 pintu. Yang paling ringan (dosanya) adalah seperti seseorang yang mengawini ibunya. (HR al-Hakim dan al-Baihaqi).
Dampak riba dan ancaman Allah bagi pelakunya
Kekacauan dunia dan kesengsaraan dunia akibat diterapkannya system buatan manusia yang bernama kapitalisme sekulerisme. Meniadakan peran Tuhan sedang hubungan manusia dengan manusia di atur menggunakan akal manusia. Salah satunya Sistem Ekonomi riba dan ekonomi judi.
Riba itu (ada) 70 dosa. Yang paling ringan adalah (seperti) seorang laki-laki yang menikahi ibunya sendiri (HR Ibn Majah, al-Baihaqi, Ibn Abi Syaibah dan Ibn Abi Dunya).
Satu dirham riba yang dimakan oleh seorang laki-laki, sementara ia tahu, lebih berat (dosanya) daripada berzina dengan 36 pelacur (HR Ahmad dan ath-Thabrani).
Satu dirham riba (dosanya) kepada Allah lebih berat daripada 36 kali berzina dengan pelacur. (Ibn Abbas berkata) dan Beliau bersabda, “Siapa saja yang dagingnya tumbuh dari yang haram maka neraka lebih layak untuknya.” (HR al-Baihaqi dan ath-Thabrani).
Asy-Syaukani, dalam Nayl al-Awthâr, berkata, Hal ini menunjukkan bahwa riba termasuk kemaksiatan yang paling berat. Sebabnya, kemaksiatan yang menandingi bahkan lebih berat daripada kemaksiatan zina, yang merupakan perbuatan sangat keji, bahwa kemaksitan riba itu melampaui batas-batas ketercelaan.”
Dengan demikian, tidak diragukan lagi bahwa riba termasuk kemaksiatan yang paling besar. Hal itu bisa dilihat dari: Pertama, orang yang mengambil riba merupakan penghuni neraka dan kekal di dalamnya (QS 2: 275). Kedua, meninggalkan (sisa) riba dinilai sebagai bukti keimanan seseorang (QS 2: 278). Ketiga, orang yang tetap mengambil riba diindikasikan sebagai seorang kaffâran atsîman; orang yang tetap dalam kekufuran dan selalu berbuat dosa (QS 2: 276). Keempat, orang yang tetap mengambil riba diancam akan diperangi oleh Allah dan Rasul-Nya (QS 2: 279). Kelima, dosa teringan memakan riba adalah seperti berzina dengan ibu sendiri; dan lebih berat daripada berzina dengan 36 pelacur.
Hadis di atas jelas mengisyaratkan bahwa riba akan menimbulkan kerusakan di masyarakat yang lebih besar daripada kerusakan akibat zina. Ini karena riba sejak dulu hingga kini merupakan alat perbudakan, penindasan, eksploitasi, pemerasan, penghisapan darah dan penjajahan. Semua itu bukan hanya terjadi pada tingkat individu, namun juga terjadi terhadap suatu bangsa, umat dan negara. Hal itu seperti yang dilakukan oleh negara-negara besar pada negara Dunia Ketiga. Melalui utang dengan sistem riba akhirnya kekayaan negara-negara Dunia Ketiga justru mengalir ke negara besar. Dengan utang itu pula, negara-negara Dunia Ketiga didekte dan dikendalikan demi kepentingan negara-negara besar itu. Apa yang terjadi akibat utang luar negeri terhadap negeri ini merupakan buktinya. Indonesia saat ini punya hutang tidak kurang dari 1600 trilyun.
Ironinya Negara-negara besar pun tidak luput dari hutang. Amerika dedengkotnya kapitalisme saat, dengan politik perangnya ini memiliki hutang 14.3Trilyun dolar (Rp.143 bilyun, lebih dari 100 kali lipat hutang Indonesia)
Ideologi Kapitalisme sekuler dengan Ekonomi riba telah menciptakan kesenjangan yang luar biasa. 25 %orang terkaya di Amerika, menguasai 87% kekayaan di sana. Ekstrimnya lagi, 1% orang terkaya menguasai hamper 40%kekayaan Amerika. 40 juta rakyat Amerika hidup dalam kemiskinan dan Inilah penyebab demo besar di Amerika dengan Occupy Wal Street pada 17 September lalu. Di Anggris, tidak jauh berbeda, di tengah banyaknya karyawan yang di PHK, para eksekutif puncak dari seratus perusahaan menerima kenaikan gaji 50% dari tahun lalu. Di Indonesia tahun 2011 ini 14 orang terkaya memiliki kekayaan total tidak kurang dari 300 Trilyun rupiah, ditengah 31jt (12%) penduduk miskin.
Jika telah tampak nyata zina dan riba di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan sendiri (turunnya) azab Allah (kepada mereka) (Hr al-Hakim).
Ummat islam memiliki kewajban untuk mengatasi semua itu. Islam turun untuk
107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam
Barakallahi wa lakum fil quranil adzim, wa nafa’ani waiyakum bima fihi minbal ayati wa dzikril hakim, Wa taqoballahu minni wa minkum tilawatahu, Annahu huwal ghofururrohim.
Ekonomi judi : PASAR MODAL DAN BURSA EFEK
Prof Maurice Allais peraih Nobel ekonomi 1997 menyebut bursa saham dunia adalah BIG CASINO dengan meja judi yang disebar di seantero dunia: mulai dari New York, London, Tokyo, Honghkong Frankfurt, hingga Paris.
Uang beredar di sector non real per hari di 21 negara besar 440 milyar dolar (Rp.4.400T=Rp4,4B), di sector nreal Cuma 30 milyar dolar (Rp.330T) tidak sampai sepersepuluhnya.
(Khutbah Masjid AL Hidayah Krajan- 11-11-11)
Friday, May 27, 2011
KEKAFIRAN BERFIKIR
Charles Darwin menyatakan dalam bukunya yang terkenal "The Origin of Species" (1858) bahwa Manusia berevolosi dari kera. Suatu theory yang banyak dibantah para ilmuwan dan ternyata ada manipulasi data. Banyaknya para ilmuwan yang atheis di sampaikan dalam Viva news 6 :Mei 2011 : yang melaporakan bahwa 20% Ilmuwan Atheis adalah rohaniawan, yang merupakan hasil survey dari 275 orang ilmuwan terkemuka.
Dalam alquran keberadaan orang-orang seperti ini tidak aneh dan sudah terjadi sejak jaman Nabi Muhammad. Perhatikan firman Allah dalam surat AL Jaatsiyah 24 berikut :
Artinya:"Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja"
Sejarah atheisme di Eropa berangkat dengan diterapkannya Sekulerisme, yaitu memisahkan agama dari kehidupan (politik), setelah kegagalan Gereja dalam mengapresiasi ilmu pengetahuan. AKhirnya mereka menerapkan apa yang didoktrikan dan ditemukan dalam kitab suci bible :
Berikanlah hak Tuhan kepada Tuhan(Agama), dan berikanlah hak raja kpada raja.(Politik)
Sejak itu berduyun-duyun lahirlah para filosof yang tidak mengenal Tuhan, seperti Montesque (Perancis) – yang terkenal dengan teori politiknya -Trias Politika- pemisahan kekuasaan menjadi tiga : Legislatif, eksekutif, yudikatif. Atau JohnLock dan Thomas Hobbes yang terkenal dengan Teori kontrak social dari suatu negara.
Anehnya teori-teori mereka yang kufur itu diajarkan di sekolah-sekolah kita dan dipraktekan oleh negeri kita dan negeri-negeri di seluruh dunia.
Kalau terhadap orang kafir Mekah yang masih mengakui adanya Tuhan Allah saja Islam tidak dapat menerima, Allah masih menyebutnya sebagai kafir -musyrik dan Nabi disuruh mendakwahinya agar menerima Islam. Bagaiman jadinya kita ummat Islam malah mempraktekan teori filosof yang lebih kufur daripada orang musyrik Makah. Perhatikan ayat Allah berikut :
The Washington Times, (14/09/2010) yang berjudul, “Shariah a Danger to
kaum muslimin rahimakumullah.
Mari kit aperhatikan ayat-ayat alquran bicara tentang Islam yang diinginkan Allah SWT : An Nahl Ayat 89 :
Artinya : (Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.
Wahai kaum muslimin! Bagaimana Islam akan menjadi rahmat bagi seluruh alam apabla islam hanya diterapkan seperti yang dikehendaki oleh barat dan orang-orang islam yang menyatakan diri "MODERAT" bahwa islam hanya mengatur kehidupan individu, ibadah dan akhlak saja.????
Lantas dalm kehidupan umum, ... pakai aturan apa???, Sekulerisme!!!, Lalu apa bedanya dengan masyarakat musyrik arab yang mengakui Allah sebagai pencipta tapi tidak mau diatur bagaimana menyembah sang Pencipta tersebut.
kaum muslimin rahimakumullah.
HAM DAN DEMOKRASI digunakan Barat Untuk menguasai islam:
- Maraknya aliran sesat yang menjamur dibiarkan : a/n Hak/kebebasan beragama dan berkeyakinan
- Penguasaan sumber daya alam (emas, minyak, gas dll) oleh asing a/n: Hak dan kebebasan kepemilikan umum
- Keruskan pergaulan bebas -pornografi-pornoaksi a/n: Hak/kebebasan bertingkah laku
- Perpecahan negeri islam dengan dalih : hak menentukan nasib sendiri
Sementara Islam menuntut kita untuk mematuhi dengan total tiada memilah milah .....
Wahai kaum muslimin..... belum jelaskah kenyataan yang mendera kita bahwa :
HAM dan DEMOKRASI
SEKULERISME KAPITALISME
adalah langkah-langkah syeitan itu.....
Atau kita masih kurang dalam menrima siksa dan azab Allah??????
Friday, September 17, 2010
Khutbah Ied 1431 H : Meraih Kemenangan Haqiqi
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله أكبر 9×
اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً، لاَإلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ.
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْيَوْمَ عِيْداً لِلْمُسْلِمِيْنَ وَحَرَّمَ عَلَيْهِمْ فِيْهِ الصِّياَمَ، وَنَزَّلَ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّناَتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، نَحْمَدُهُ وَنَشْكُرُهُ عَلَى كَمَالِ إِحْسَانِهِ وَهُوَ ذُو الْجَلاَلِ وَاْلإِكْراَمِ.
أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وأُصَلِّيْ وَاُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، وَمَنْ دَعاَ اِلَى اللهِ بِدَعْوَتِهِ وَمَنْ جاَهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ حَقَّ جِهاَدِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَمَّا بَعْدُ: أَيُّهَا النَّاسُ، إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ!
Ma’âsyira al-Muslimîn rahimakumul-Lâh
Hari ini kaum Muslimin di seluruh dunia kembali merayakan hari raya Idul Fitri. Di hari yang agung ini, kaum Muslimin menggemakan takbîr, tahmîd, tashbîh, dan tahlîl; berbondong-bondong menunaikan shalat Id dan mendengarkan khutbah.
Marilah kita senantiasa mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan kepada kita sedemikian banyak ni’mat, yang tiada dapat kita menghitungnya, terutama bersyukur atas ni’mat yang paling istimewa , yaitu ni’mat iman dan Islam, yang dengannya hidup kita menjadi lurus, benar, bermakna serta selamat di dunia maupun akhirat.
Selanjutnya sholawat dan salam marilah kita sampaikan kepada nabiyullah Muhammad Sallalahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para shohabatnya dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Dan kita berdo’a kepada Allah swt, semoga kita yang hadir di tempat yang baik ini dipandang Allah swt layak dihimpun bersama mereka dalam kafilah panjang penuh berkah. Amien, amien ya rabbal ‘aalaamien.
Allâhu Akbar 3X wa lil-Lâh al-hamd
Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah,
Setelah sebulan kemarin kita menunaikan ibadah puasa, diiringi dengan sunnah-sunnah qiyamul lail, tadarus alquran, infak dan shodaqoh, alhamdulillah hari ini kita dapat menyelesaikannya. Semoga semua yang kita lakukan dapat diterima Allah dan kita dijadikan termasuk golongan orang-orang yang menang.
Hari ini kaum muslimin merayakan Idul Fitri sebagai Hari Kemenangan, karena telah berhasil melewati ujian mengendalikan hawa nafsu. Sehingga Ramadhan yang telah kita akhiri memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kita, hal ini karena ibadah Ramadhan telah memberikan nilai pembinaan yang sangat dalam, menjadi orang yang bertaqwa, sesuatu yang amat kita butuhkan dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Kemenangan individu dan kemenangan ummat.
Ma’âsyira al-Muslimîn rahimakumul-Lâh
Hari kemenangan Idul Fitri dapat dimaknai dan lebih sering dimaknai sebagai kemenangan indifidu karena telah mampu mengalahkan diri sendiri dan hawa nafsu. Hari kemenangan juga lebih sering dimaknai sebagai kemenangan secara spiritual, dimensi ubudiyah, karena telah melewati serangkaian ibadah taqorrub kepada Allah sepanjang bulan Ramadhon dengan sebaik-baiknya. Sebuah dimensi kemenangan yang kita berdoa, insya Allah kita termasuk di dalamnya, termasuk ke dalam pribadi-pribadi yang memperoleh kemenangan secara spiritual.
Namun demikian hadirin yang dimuliakan Allah, satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah kemenangan dalam dimensi keummatan. Kita patut bertanya : benarkah secara keummatan kita ummat islam termasuk ummat yang menang dibanding ummat-ummat lain? Benarkah kita telah menjadi ummat yang terbaik sebagaimana Allah berfirman dlm QS Al Imran 110:
”Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah”
Benarkah kita telah menang? Benarkah kita telah menjadi ummat terbaik? Jawabannya sudah dapat kita sebut. Kita belumlah menjadi ummat yang menang. Bahkan sebaliknya, kita adalah ummat yang kalah di berbagai bidang kehidupan. Ummat yang ditindas dan dibantai dimana-mana: di Irak, di Afganistan, di Gaza-Palestina, Pakistan, Kasmir dan lain-lain. Nabinya di hinakan dengan dijadikan lomba karikatur, Kitab sucinya di hinakan dengan dimasukkan closet, dijadikan sasaran tembak latihan militer, dan yang terakhir, semoga Allah menggagalkannya, ada rencana mengadakan ”hari membakar alquran” sebagai peringatan tragedi 11 September oleh sekolompok orang ekstrim pembenci Islam.
Allâhu Akbar 3X wa lil-Lâh al-hamd
Keadaan di dalam negeri kitapun tidak kalah memilukan. Negeri dengan penduduk muslim terbesar ini, yang sesungguhnya sangat kaya raya ini saat ini didera berbagai persoalan yang tiada habisnya. Hutang negara tahun 2010 telah mencapai 1600 Trilyun, Penduduk miskin terus bertambah dan saat ini telah mencapai 32,7 juta, Korupsi semakin menggurita, kerusakan moral generasi muda semakin memprihatinkan dengan merajalelanya pornografi dan pornoaksi, dan ketidak adilan hukum telah membuat ummat ini tidak lagi menaruh kepercayaan.
Ma’âsyira al-Muslimîn rahimakumul-Lâh
Kenapa semua ini dapat terjadi ? Kenapa ironi ini terus terjadi? Secara individu spiritual kita merasa menang tetapi kenyataannya secara keummatan kita adalah ummat yang kalah. Jawabannya adalah karena ummat ini telah meninggalkan islam sebagai suatu Sistem Kehidupan yang Lengkap, dan hanya menggunakan islam sebatas sebagai suatu sistem ”akhlak dan peribadatan semata”. Dimensi akhlak dan ibadah dilaksanakan sementara dimensi muamalah, sosial, politik, ekonomi dan hukum ditinggalkan. Akibatnya sudah dapat kita rasakan.. keterpurukan dan kehinaan yang tiada habisnya!
Sebab Kekalahan Ummat Islam
Ummat Islam dewasa ini sungguh berada dalam keadaan kritis. Terancam dari berbagai sudut kehidupan, Hal ini telah berlangsung semenjak hampir satu abad yang lalu. Padahal selama ribuan tahun ummat ini terbentengi oleh sistem kehidupan Islami yang menjadikan Allah dan RasulNya sebagai rujukan tunggal dalam menyelesaikan berbagai masalah dan perselisihan yang muncul. Itulah sejarah mulia Islam yang diawali dengan kepemimpinan langsung Nabi Muhammad S.A.W. kemudian dilanjutkan oleh para Khulafa Ar-Rasyidin. Selanjutnya ummat ini mengalami kepemimpinan para khalifah mulai dari Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah sampai Kesultanan Ustmani Turki. Terlepas dari plus-minus kualitas para khalifah, pada masa inipun ummat masih menikmati naungan sistem kehidupan yang menjadikan Allah (Al-Qur’an) dan RasulNya (As-Sunnah An-Nabawiyyah) sebagai sumber dari segala sumber nilai dan hukum. Pada masa panjang yang meliputi empat belas abad tersebut ummat masih menyaksikan tegaknya ayat Allah yang berbunyi:
”Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS An-Nisa ayat 59)
Sepanjang masa sejarah tersebut, ummat Islam masih bernaung dalam suatu sistem yang menyatukan wilayah ummat dari ujung timur hingga ujung barat dunia sehingga menjadikannya suatu blok kekuatan yang disegani bahkan ditakuti umat-umat lainnya. Namun sebagaimana telah di-nubuwwah-kan oleh Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, kemudian terjadilah proses dekadensi ummat yang diawali dengan runtuhnya sistem dimana hukum Allah tadinya berlaku. Selanjutnya mulailah ummat ini tercerai berai laksana anak ayam kehilangan induknya, atau bagai anak-anak yatim kehilangan ayahnya. Diawali dengan berubahnya pusat kekhalifahan Islam -yakni Turki- menjadi sebuah negara sekular modern yang mengekor sepenuhnya ke Barat, maka berbagai bangsa Islam lainnya turut membentuk nation-states masing-masing yang intinya menggantikan hukum Allah yang Maha Adil dengan hukum buatan manusia yang penuh kelemahan, kejahilan bahkan kezaliman. Proses dekadensi ummat ini digambarkan dengan tepat oleh baginda Rasulullah SAW :
[latanqudhonna 'urol islami ‘urwatan ‘urwatan fakullamaa intaqadhat ‘urwatun tasyabbatsan naasu billatii taliihaa fa-awwaluhunna naqdhon al hukmu wa aakhiruhunna ash sholaatu]
“Sungguh akan terurai ikatan Islam simpul demi simpul. Setiap satu simpul terlepas maka manusia akan bergantung pada simpul berikutnya. Yang paling awal terurai adalah simpul hukum pemerintahan dan yang paling akhir adalah simpul sholat.” (HR Ahmad)
Sejak dibubarkannya sistem kehidupan Islami (baca: Khilafah Islamiyyah) pada tahun 1924 oleh pengkhianat bernama Mustafa Kemal, maka simpul demi simpul ikatan Islam dengan cepat terurai satu demi satu. Sehingga dewasa ini kita rasakan betapa seluruh aspek kehidupan telah terlepas dari kendali ikatan Islam. Ummat manusia kebanyakan, termasuk sebagian ummat Islam sendiri, memandang faham bikinan manusia seperti HAM dan Demokrasi sebagai lebih baik daripada ajaran Allah, Al-Islam. Tidak sedikit muslim yang berpandangan bahwa jika kita kembali kepada Islam dalam menata segenap aspek hidup berarti memutar jarum jam ke belakang alias tidak modern. Sehingga dalam bab sholat saja tidak sedikit kita jumpai seorang muslim dengan ringannya meninggalkan kewajiban mendasar yang satu ini.
Allâhu Akbar 3X wa lil-Lâh al-hamd
Ma’âsyira al-Muslimîn rahimakumul-Lâh
Cara Merebut Kembali Kemenangan Ummat yang Haqiqi
Kalau kekalahan ummat islam disebabkan karena kita meninggalkan sebagian islam dan menjalankan sebagian yang lain, maka tidak ada jalan lain kalau kita ummat ini mau meraih kemenangan kembali sebagai ummat maka kita harus kembali mengambil islam secara utuh, sebagaimana Allah SWT telah mewajibkan :
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam islam secara kaffah (total), dan janganlah kalian mengikuti langkah-langka syeitan, sesungguhnya ia adalah musuh yang nyata bagimu (QS. Al baqarah:208).

Hadirin rahimakumullah, tentang kemenangan ummat ini Allah SWT sudah berjanji kepada kaum muslimin ( QS An Nur 55 ):

Dari ayat tersebut jelas bahwa kemenangan ummat islam, bahkan kekuasaan di muka bumi akan diberikan Allah kepada ummat Islam jika ummat islam beriman dan beramal sholeh.
Hadirin yang dimuliakan Allah, Pertanyaannya adalah Iman dan Amal sholeh seperti apakah yang akan membuat kaum muslimin meraih kemenangan dan kekuasaan di bumi? Jawabannya sudah diberikan Alquran yang mulia: Iman yang sepenuhnya meyakini bahwa hanya dengan hukum-hukum Allah secara utuh dan menerapkannya dalam seluruh aspek kehidupan maka ketaqwaan hakiki dapat diperoleh. Amal sholeh yang berupa kerja keras dari ummat ini untuk mengembalikan kehidupan islam dalam seluruh aspek kehidupan, meninggalkan hukum-hukum kufur, yang nyata-nyata telah membuat ummat ini dirundung penderitaan tiada habisnya. Jika sosialisme dan komunisme yang batil telah runtuh dan lenyap, sedangkan sekulerisme dan kapitalisme saat inipun telah beraja di ujung kehancuran setelah memberikan penderitaan yang luar biasa kepada ummat manusia di muka bumi ini, maka kini tinggal Islam yang ditunggu ummat manusia untuk menyelamatkan kehidupan, bukan saja di negeri kita tercinta, tetapi juga bagi seluruh ummat manusia di dunia.
Allâhu Akbar 3X wa lil-Lâh al-hamd
Ma’âsyira al-Muslimîn rahimakumul-Lâh
Sesungguhnya tanggung jawab mengembalikan Islam ke dalam seluruh aspek kehidupan itu adalah tanggung jawab seluruh kaum muslimin, bukan hanya tanggung jawab para ulama, para kiai atau ustadz. Tantangan yang dihadapi masih sangat besar karena diantara kaum muslimin sendiri masih banyak yang ragu-ragu mengambil langkah ini karena besarnya propaganda musuh-musuh Islam, yang terus menciptakan stigma negative seperti sebutan fundamentalis dan teroris bagi orang-orang yang ingin menerapkan Islam secara utuh. Di antara kaum muslimin masih banyak yang percaya bahwa menerapkan Islam secara utuh berarti akan memecah belah masyarakat, bahkan akan menghancurkan keutuhan bangsa.
Sesungguhnya realita yang mendera kita dari sistem yang saat ini kita terapkan, cukuplah menjadi penjelasan dan argumentasi, bahwa sekularisme atau pemisahan kehidupan dari agama adalah sumber problematika ummat ini. Dengan sekulerisme memang kita masih dapat berdakwah untuk mengajak sholat, tetapi kita tidak dapat menghukum orang yang tidak sholat wajib, kita dapat berdakwah agar wanita wajib menggunakan jilbab, tetapi kita tidak dapat menghukum orang yang tidak mau menjalankannya, kita dapat memberi nasihat agar orang tidak berzina, tetapi kita tidak dapat menghukum orang yang berzina bahkan secara terang-terangan dan disebarkan di dunia maya, lalu puluhan remaja telah jadi korban karena menirunya. Sesungguhnya kita memerlukan sistem yang bukan hanya memberi ruang untuk berdakwah tetapi juga sistem yang mampu menghukum dengan hukuman adil bagi orang-orang yang melanggarnya. Itulah sistem islam yang utuh yang akan menjadi keniscayaan bagi ummat ini jika ingin meraih kemenangan yang hakiki. Sistem yang akan memenuhi janji Allah dan kabar gembira yang dinubuwatkan Nabi SAW :
“Sesungguhnya Allah mengumpulkan/ melipat bumi untukku hingga aku dapat melihat timur dan baratnya. Dan sungguh kerajaan umatku akan sampai ke bagian bumi yang dilipatkan untukku tersebut (timur dan barat bumi). Dan aku diberi dua perbendaharaan: merah dan putih.” (HR. Muslim no. 2889)
Akhirnya, hadirin rahimakumullah, marilah kita berdoa kepada Allah, semoga kita menjadi orang-orang yang dipilih Allah untuk menjadi orang-orang yang menang, bukan hanya secara individual dan spiritual, tetapi juga menang sebagai ummat, dan ikut andil demi kemenangan ummat yang akan menyelamatkan kehidupan manusia di bumi ini. Amin ya rabbal ‘alamin.
ALLAHUMMA SHALLI WA SALLIM ’ALA MUHAMMAD, WA ALA ALIHI WAASHA BIHI WA MAN TABI’AHUM BI IHSANIN ILA YAUMUDDIN.
ALLAHUMMAGH FIRLANA WA LIWALIDAINA WARHAMHUMMA KAMA RABBAYANA SHIGHARA. ALLAHUMMAGHFIR LIL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT, WAL MUKMININA WAL MUKMINAT, AL AHYA-U MINHUM WAL AMWAT, INNAKA SAMI’UN, QORIBUN MUJIBUDDA’WAT. YA QODIYAL HAJAT.
ALLAHUMMAGHFIR LANA DZUNU BANA, WA LI IHWANINALLADZINA SABAQUNA BIL IMAN. WA LA TAJ’AL FII QULUBIINA GHILLAL LILADZINA AMANU . RABBANA INNAKA ROUUFURRAHIM.
RABBANA DHALAMNA ANFUSANA WA ILLAM TAGHFIRLANA WATARHAMNA LANAKUNNANA MINAL KHOSYIRIN.
RABBANA TAQOBBAL MINNA SHALATANA, WA SIYAMANA, WA RUKU’ANA, WA SUJUDINA, WA JAMI’A ’IBADATINA, INNAKA ANTASSAMIUL ’ALIM. WA TUB ’ALAINA INNAKA ANTA TTAWWABURRAHIM.
RABBANA ATINA FIDDUNYA KHASANAH WAFIL AKHIRATI KHASANAH, WA KINA ’ADZA BANNAR. SUBHANA RABBIKA RABBIL ’IZZATI ’AMMA YASIFUUN WA SALAMUN ’ALAL MURSALIIN. WAL HAMDULILLAHIRABBIL ’ALAMIN.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركات
disampaikan dalam :
Sholat Ied Fitri Kompleks Perumahan Griya Perwita Wisata
jl. Kalilurang Km13 Yk
1 Syawal 1431
Wednesday, July 7, 2010
VIDEO TRAINING KHOTIB JUMAT
Sunday, June 27, 2010
Khutbah dan Konversi File Audio
Permasalahan ketika saya mau sharing file audio yang ber-format AMR. cari2 di google ketemu cara pasang audio player di blog, dengan ngetik di google teks:
pasang audio player di blog terus klik search. Saya dapatkan link alamat milik akhi abu-farhan :ini . Terima kasih akhi!
Setelah saya lacak saya kemudian mendapatkan bahwa saya harus upload file audio saya di : http://www.archive.org yang dapat di klik disini
Singkat cerita saya sign-up dan upload file AMR saya. Berhasil, dan hasil File audio saya dapat dipanggil, audio player dapat di-embedd dalam blog saya.
Waduh ternyata player yang memainkan AMR tidak didukung oleh archive.org, jadilah jika di-embedd audio player yang memainkan MP3 yang terjadi adalah suara yang sangat jelek, seperti contoh posting sebelum ini.
Kepikir pasti kalau di-konvert dulu file AMR saya ke file MP3 hasilnya akan lebih bagus.
Tanya mbah google, cara konversi AMR ke MP3 ketemu :
Saya mendapatkan bantuan dua link ini :
1. http://digitalhuda.com/
2. http://islam-download.net/software-free-gratis-terbaru/multimedia-audio-video/software-konversi-audio.html#axzz0s0qyY3QU
Alhamdulillah telah berhasil download software , bernama :Swicth Sound Converter :
dari http://www.nchsoftware.com
Alhamdulillah konversi dapat dilakukan. Satu hal yang harus diingat ternyata ukuran file jadi 5 kali lipat, AMR khutbah 20 menit cukup 2 M setelah dikonversi ke MP3 jadi 20 M, yah tak apalah...
Inilah hasil konversi tersebut : Download File MP3
Play File Audio MP 3 Khutbah :Play MP3 Khutbah
Saturday, June 26, 2010
Ulama dan Ummat harus tahu "Politik"
Download audio : disini
Play MP3 version :
Hadits: "man asbaha wa lam yahtam biamril muslimin Falaisya minhum...!! (HR:Thobroni)
Hadits :”Man ra’a minkum munkaran fayughoyyirhu biyadihi, faillam yas tati’ fa bilisanihi, fa illam yas tati’ fa biqolbihi, wa dzalika ad’aful iman”
Berhukum pada hukum Allah merupakan kewajiban yang sangat tegas
Berhukum kepada hukum Allah bukan hanya masalah individu dalam urusan ibadah:sholat, puasa, haji dll, atau dalam masalah akhlaq: jujur, amanah, tawaduz’ dll . Tetapi juga dalam bermuamalah sesama manusia : dalam urusan ekonomi, sosial atau bahkan politik.
Sayangnya banyak diantara umat islam yang baik agamnya tetapi buta politik, tidak mau berpolitik, dan tidak mau tahu urusan politik. Tidak jarang bahkan ada ungkapan: Ulama jangan ber poltik, politik itu kotor, penuh tipuan dll
Hadirin RK:
Apa itu politik? Dalam bahasa arab : ”Siyasatan”
Secara lughah (bahasa), siyasah (politik) berasal dari kata sasa, yasusu, siyasatan yang bererti mengurus kepentingan seseorang’. Perkataan siyasatan menurut pengertian bahasa adalah ‘pemeliharaan/pengurusan’.
Adapun maksud siyasah menurut istilah/syara’ adalah ri’ayah asy-syu’un al ummah dakhiliyyan wa kharijiyan (mengatur/ memelihara urusan umat baik dalam masalah dalam atau luar negeri)
Dalil :”Kanat banu israila tasusuhumul ambiya’, kullama halaka nabiyyun khalafahu nabiyyan, wa innahu la nabiyya ba’di fa sayakunu khulafa’ fayaktsuruun”
“Adalah Bani Israel dahulu yang mengatur urusan mereka adalah nabi-nabi (tasusuhum al-anbiya’). Bila wafat seorang Nabi, maka diganti dengan Nabi yang berikutnya. Sesungguhnya tidak akan ada lagi Nabi sesudahku tetapi akan ada Khulafa’ dan jumlahnya banyak. (HR Bukhori Muslim)
Al-ulama’u waratsatul ambiya’= ulama itu pewaris para nabi, mewarisi ilmu agama para nabi, mewarisi pekerjaan para nabi, yaitu mengurus kepentingan ummat, mengatur dan menunjukinya dengan islam ”
Sesuungguhnya yang paling takut kepada Allah diantara hamba2ku adalah para ulama’, sesungguhnya Allah maha Agung dan maha pengampun.
Ulama tidak berpolitik dan tidak mau tahu urusan politik maka ia tidak dapat disebut ulama.
CATATAN BESAR: Politik bukan dalam arti ”POLOTIK PRAKTIS”, politik demokrasi yang penuh tipu2an, dukung-mendukung partai dan berebut kekuasaan dengan money politik dan kebohongan
BUKAN ITU POLITIK:
Politik Islam adalah mengurus kepentingan kaum muslimin dengan berpijakdan dengan menerapkan islam. Menjelaskan makar2 musuh islam dan menjelaskan hukum-hukum islam ..dalam seluruh aspek kehidupan
Ummat islampun harus dan wajib peduli politik, ingatlah sabda nabi :
Hadits: "man asbaha wa lam yahtam biamril muslimin Falaisya minhum...!! (HR:Thobroni)
Barang siapa yang bangun pagi2 dan tidak peduli dengan urusan kaum muslimin, maka mereka bukan bagian darinya, bukan bagian dari kaum muslimin”
Hadits :”Man ra’a minkum munkaran fayughoyyirhu biyadihi, faillam yas tati’ fa bilisanihi, fa illam yas tati’ fa biqolbihi, wa dzalika ad’aful iman”
Hadits:”Barang siapa melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah dengan lesannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itulah selemah2 iman ”(HR.Muslim);
Dua hadits tersebut menuntut ummat islam harus berpolitik: mengenal kemunkaran!!
Munkar: dilakukan individu- tidak sholat, tidak puasa, minum khomr, makan babi dll
Munkar: Dilakukan masyarakat : judi ramai2, membiarkan pornografi merajalela
Munkar: Oleh negara tidak menerapkan hukum-hukum islam dalam masalah publik
mengambil hak Allah untuk membuat hukum diganti DPR
Padahal dalam Islam :"Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah" [Al-An'am : 57]
Hukum sekuler (tidak akan memberikan keadilan hukum, pada kasus2 besar) :
1. Kasus video porno mirip artis : Tidak akan dapat di jerat Hukum (UU-KUHP-Ps-284: zina adlah delik aduan (9bulan), UU-Pornografi (Psl4-1, Psl29:6bl-12th)
Penjelasan Ps.4.ayat1- tidak termasuk untuk dirinya sendiri-kepentingan sendiri)
2. Kasus korupsi :gayus 26 M 100M), Century (6,7T), BLBI (600T)
Contoh, UU Bank Sentral itu awalnya meniru The Fed. (Bank Sentralnya Amerika) “Persis sama, hanya beberapa pasal dirubah oleh Orde Baru saat itu,” Kemudian terjadilah kasus BLBI yang merugikan uang negar lelih dari 600 trilyun pada 1998. Namun tidak ada satu pun pejabat negara yang dapat ditindak secara hukum
UU pun dirubah dan meniru Bank Central Jerman. Tetapi tetap muncul masalah, kasus Bank Century yang merugikan uang negara 6,7 trilyun. Lagi-lagi aparat terkait kasus tersebut lepas dari jerat hukum. Sekarang, rencananya UU Bank Indonesia itu akan dirubah lagi dengan diajukannya RUU Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK ini merupakan tiruan dari Australia dan Inggris.
AKULU QOULI HADZA FASTAGHFIRULLAHAL’ADZIM, FASTAGHFIRUHU , INNAHU HUWAL GHOFURURRAHIIM
KHUTBAH II :
Sabda Rasulullah SAW:
[la tanqudhonna urol islami urwatan urwatan fakullamaa in taqadhat urwatun tasyabbatsan naasu billatii taliihaa fa-awwaluhunna naqdhon-al-hukmu wa aakhiruhunna ash-sholaatu]
Sungguh akan terurai simpul-simpul Islam satu demi satu. Maka setiap kali satu simpul terurai, orang-orang akan bergelantungan dengan simpul yang berikutnya (yang tersisa). Simpul yang pertama kali terurai adalah pemerintahan/kekuasaan. Sedang yang paling akhir adalah shalat. [HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al Hakim].
Kesimpulan :
- Ummat islam, terlebih ulama, mubaligh, ustadz harus tahu urusan politik, politik islam,
- Politik islam: mengurus kepentingan ummat islam dengan menerapkan islam
- Kita harus sama-sama berjuang untuk mengembalikan lagi kehidupan islam yang saat ini sirna.
- Kehidupan islam adalah kehidupan yang diatur seluruhnya hanya dengan islam, sebagai dien sempurna dari Allah
Jika benar ulama adalah pewaris para nabi, maka ungkapan yang sahih mestinya adalah ULAMA HARUS BERPOLITIK... dengan catatan politik islam. DownLoad Teks File Khutbah ...