Friday, November 11, 2011

MALAPETAKA KARENA RIBA

MALAPETAKA KARENA RIBA


279. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya

Riba itu memiliki 73 pintu. Yang paling ringan (dosanya) adalah seperti seseorang yang mengawini ibunya. (HR al-Hakim dan al-Baihaqi).
Dampak riba dan ancaman Allah bagi pelakunya
Kekacauan dunia dan kesengsaraan dunia akibat diterapkannya system buatan manusia yang bernama kapitalisme sekulerisme. Meniadakan peran Tuhan sedang hubungan manusia dengan manusia di atur menggunakan akal manusia. Salah satunya Sistem Ekonomi riba dan ekonomi judi.

Riba itu (ada) 70 dosa. Yang paling ringan adalah (seperti) seorang laki-laki yang menikahi ibunya sendiri (HR Ibn Majah, al-Baihaqi, Ibn Abi Syaibah dan Ibn Abi Dunya).

Satu dirham riba yang dimakan oleh seorang laki-laki, sementara ia tahu, lebih berat (dosanya) daripada berzina dengan 36 pelacur (HR Ahmad dan ath-Thabrani).

Satu dirham riba (dosanya) kepada Allah lebih berat daripada 36 kali berzina dengan pelacur. (Ibn Abbas berkata) dan Beliau bersabda, “Siapa saja yang dagingnya tumbuh dari yang haram maka neraka lebih layak untuknya.” (HR al-Baihaqi dan ath-Thabrani).
Asy-Syaukani, dalam Nayl al-Awthâr, berkata, Hal ini menunjukkan bahwa riba termasuk kemaksiatan yang paling berat. Sebabnya, kemaksiatan yang menandingi bahkan lebih berat daripada kemaksiatan zina, yang merupakan perbuatan sangat keji, bahwa kemaksitan riba itu melampaui batas-batas ketercelaan.”
Dengan demikian, tidak diragukan lagi bahwa riba termasuk kemaksiatan yang paling besar. Hal itu bisa dilihat dari: Pertama, orang yang mengambil riba merupakan penghuni neraka dan kekal di dalamnya (QS 2: 275). Kedua, meninggalkan (sisa) riba dinilai sebagai bukti keimanan seseorang (QS 2: 278). Ketiga, orang yang tetap mengambil riba diindikasikan sebagai seorang kaffâran atsîman; orang yang tetap dalam kekufuran dan selalu berbuat dosa (QS 2: 276). Keempat, orang yang tetap mengambil riba diancam akan diperangi oleh Allah dan Rasul-Nya (QS 2: 279). Kelima, dosa teringan memakan riba adalah seperti berzina dengan ibu sendiri; dan lebih berat daripada berzina dengan 36 pelacur.

Hadis di atas jelas mengisyaratkan bahwa riba akan menimbulkan kerusakan di masyarakat yang lebih besar daripada kerusakan akibat zina. Ini karena riba sejak dulu hingga kini merupakan alat perbudakan, penindasan, eksploitasi, pemerasan, penghisapan darah dan penjajahan. Semua itu bukan hanya terjadi pada tingkat individu, namun juga terjadi terhadap suatu bangsa, umat dan negara. Hal itu seperti yang dilakukan oleh negara-negara besar pada negara Dunia Ketiga. Melalui utang dengan sistem riba akhirnya kekayaan negara-negara Dunia Ketiga justru mengalir ke negara besar. Dengan utang itu pula, negara-negara Dunia Ketiga didekte dan dikendalikan demi kepentingan negara-negara besar itu. Apa yang terjadi akibat utang luar negeri terhadap negeri ini merupakan buktinya. Indonesia saat ini punya hutang tidak kurang dari 1600 trilyun.
Ironinya Negara-negara besar pun tidak luput dari hutang. Amerika dedengkotnya kapitalisme saat, dengan politik perangnya ini memiliki hutang 14.3Trilyun dolar (Rp.143 bilyun, lebih dari 100 kali lipat hutang Indonesia)

Ideologi Kapitalisme sekuler dengan Ekonomi riba telah menciptakan kesenjangan yang luar biasa. 25 %orang terkaya di Amerika, menguasai 87% kekayaan di sana. Ekstrimnya lagi, 1% orang terkaya menguasai hamper 40%kekayaan Amerika. 40 juta rakyat Amerika hidup dalam kemiskinan dan Inilah penyebab demo besar di Amerika dengan Occupy Wal Street pada 17 September lalu. Di Anggris, tidak jauh berbeda, di tengah banyaknya karyawan yang di PHK, para eksekutif puncak dari seratus perusahaan menerima kenaikan gaji 50% dari tahun lalu. Di Indonesia tahun 2011 ini 14 orang terkaya memiliki kekayaan total tidak kurang dari 300 Trilyun rupiah, ditengah 31jt (12%) penduduk miskin.


Jika telah tampak nyata zina dan riba di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan sendiri (turunnya) azab Allah (kepada mereka) (Hr al-Hakim).

Ummat islam memiliki kewajban untuk mengatasi semua itu. Islam turun untuk

107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam
Barakallahi wa lakum fil quranil adzim, wa nafa’ani waiyakum bima fihi minbal ayati wa dzikril hakim, Wa taqoballahu minni wa minkum tilawatahu, Annahu huwal ghofururrohim.
Ekonomi judi : PASAR MODAL DAN BURSA EFEK
Prof Maurice Allais peraih Nobel ekonomi 1997 menyebut bursa saham dunia adalah BIG CASINO dengan meja judi yang disebar di seantero dunia: mulai dari New York, London, Tokyo, Honghkong Frankfurt, hingga Paris.
Uang beredar di sector non real per hari di 21 negara besar 440 milyar dolar (Rp.4.400T=Rp4,4B), di sector nreal Cuma 30 milyar dolar (Rp.330T) tidak sampai sepersepuluhnya.

(Khutbah Masjid AL Hidayah Krajan- 11-11-11)

Saturday, October 29, 2011

HTA-HTB-HTI-HTM- dll

HTA=Hizbut Tahrir Amerika,
HTB=Hizbut Tahrir Britain,
HTI=Hizbut Tahrir Indonesia,
HTM=Hizbut Tahrir Malaysia
Khilafah COnference in HTM, 30 Oktober 2011

Thursday, October 20, 2011

APOLOGI ITU BERNAMA : ISLAM MODERAT


"We are the moderat", "Kami adalah islam moderat", begitu sering kita mendengar apologi atau permintaan maaf, jika seseorang diajak bicara-bicara mengenai perjuangan penerapan syariat islam di Indonesia. Mereka berargumen bahwa penerapan syariat islam di Indonesia itu melawan konsensus para pendiri bangsa, atau keren-nya "THE FOUNDING FATHER". Penerapan syariat islam di Indonesia juga akan "melukai" ummat agama lain dan hanya akan mencerminkan bahwa ummat islam itu "egois" dan mau memaksakan kehendak. Mereka menganggap bahwa orang islam yang mau menerapkan syariat islam di Indonesia itu adalah orang-orang picik, dangkal dan "tidak tahu" islam, mereka adalah orang-orang fundamentalis, radikal, dan ujung-ujungnya adalah TERORIS!!.
Benarkah semua anggapan itu?
Kalau mau merenung sebenarnya tidaklah demikian. Mari kita merenung sebeanarnya siapa sih yang membuat label-label tersebut? -ISLAM RADIKAL- , -ISLAM MODERAT-, -ISLAM FUNDAMENTALIS-, -ISLAM SUBSTANSIALIS - dll. Kalau dirunut-runut ternyata akar dari label-label tersebut berasal dari luar islam, tepatnya para pemikir barat (misalnya definisi Elposito di wikipedia tentang islam fundamentalis) , atau barat sekuler, yang kemudian diamini dan disetujui oleh kaum muslimin liberal dan sekuler (contoh tulisn tentang kebangkitan islam moderat di islamlib.com ). Islam sendiri logisnya tidak dapat dikotak-kotak seperti itu. Islam ya Islam, UTUH. Ketika sebagai muslim kita meyakini bahwa islam mengatur seluruh aspek kehidupan kita, maka orang tesebut akan merasa "kurang islam" jika yang diamalkan hanya ibadah dan akhlak saja, sementara hukum,ekonomi dan politik yang juga merupakan syariat islam tidak dijalankan. Tetapi kaum muslimin yang menganggap diri mereka moderat akan berfikir lain dan mengangggap mereka yang terus "ngotot" ingin menerapkan syariat islam itu radikal dan tak tahu diri. Mereka lupa bahwa syariat islam itu bukan hanya sholat dan puasa atau hanya ajaran jujur dan amanah. Syariat islam bahkan mengatur rinci bagaimana sistem ekonomi ditagkkan dan sistem pidana dijalankan. Tetapi karena sistem itu bertentangan dengan realita yang dikuasai sistem barat maka mereka "relakan" sistem itu tidak jalan dengan alasan mereka adalah orang-orang moderat.....
... balada orang-orang moderat.....bahkan menggunakan dukungan ayat bahwa mereka adalah ummatan wasathan, ummat tengahan... yang sedang-sedang saja dalam ber islam, tidak sekuler tapi juga tidak fundamentalis. Alquran bahkan menurut mereka menyuruh ummat islam bersikap moderat, berikut ayat tersebut dalam QS:2:143 :

Artinya : "Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan"
Kata-kata washat diterjemahkan sebagai tengahan, tengah-tengah, tidak ekstrim kiri dan tidak ekstrim kanan karena itulah sikap terbaik.
Padahal makna sebenarnya adalah ummat yang adil, bukan ummat yang tengah2. Ummat yang adil yang akan menjadi saksi di akhirat ketika semua manusia diadili di sisi Allah, sebagaimana kelanjutan ayat tersebut. Tapi anehnya mereka memaksakan tafsir makna ayat "washat" tersebut sebagai dalil perintah untuk bersikap moderat.
Jika kita mau membaca apa sebenarnya yang ada dibalik promosi islam moderat, maka akan kita temukan "udang dibalik batu" maksud sebenarnya, dan itu logis saja ketika mereka adalah para pemikir barat. Sebagai contoh misalnya :
Daniel Pipes misalnya mengungkap sejumlah karakter muslim moderat antara lain: mengakui adanya persamaan hak-hak sipil antara muslim dan non muslim; membolehkan seorang muslim berpindah agama; membolehkan wanita muslim menikahi pria non-muslim; menerima dan setia pada hukum pemerintahan non-muslim; berpihak pada hukum sekular ketika terdapat pertentangan dengan budaya Islam. John Esposito, menyatakan perbedaan signifikan antara radikal dan muslim moderat adalah kelompok radikal merasa bahwa Barat mengancam mereka dan berupaya mengontrol pandangan hidup mereka. Sementara kelompok moderat sangat bersemangat membangun hubungan dengan barat melalui pembangunan ekonomi.

Robert Spencer–analis Islam terkemuka di AS–juga menyebut kriteria seseorang yang dianggap sebagai muslim moderat antara lain: menolak pemberlakuan hukum Islam kepada non muslim; meninggalkan keinginan untuk menggantikan konstitusi dengan hukum Islam; menolak kewajiban untuk menarik pajak berdasarkan agama (jizyah) terhadap non-muslim (QS. 9:29); menolak supremasi Islam atas agama lain termasuk perintah untuk memerangi orang-orang Yahudi dan Nasrahi hingga mereka tunduk (QS. 9:2); menolak aturan bahwa seorang muslim yang beralih pada agama lain atau tidak beragama harus dibunuh; mendorong kaum muslim untuk menghilangkan larangan nikah beda agama termasuk sanksi yang membolehkan suami memukul istri (QS. 4:34).
Jika seperti itu islam moderat yang mereka inginkan,dan mereka pahami, masihkah kita tertarik dan bahkan bangga mengaku diri sebagai moderat??? Masihkan kita hanyut bahkan terprofokasi bahwa di Indonesia ini ada NU dan MUHAMMADIYAH yang keduanya adalah BENTENG MODERAT yang harus dibantu untuk menghadang laju kebangkitan ISLAM RADIKAL. Padahal baik orang NU atau Muhammadiyah yang sejati tentu tidak setuju dengan pendapat Daniel Pipes dan Robert Spencer atau Elposito tersebut... sebagaimana telah digugat dalam tulisan di referensi dibawah ini.

Ref : Menggungat Islam Moderat