Sunday, June 5, 2011

Pinter-pinter kok Masuk Pondok (2)


Serasa waktu berjalan sangat cepat. Hanif (Aik) menyusul kakak2nya menjadi capel di Gontor 2 sejak 2 Juni 2011. Berat rasanya berpisah..., lebih berat daripada ketika Alfa ke Gontor 5 tahun lalu, karena Alfa sudah lulusan SMP, sementara Aik baru lulus SD (malah belum lulus... karena belum pengumuman, baru tanggal 18 Juni 2011). Terngiang komentar teman 5 tahun lalu ketika saya memasukkan anak ke Pondok Pesantren, "pinter-pinter kok masuk Pondok". Tidak banyak memang teman se sekolah Aik yang ke Pondok, kebanyakan ke SMP-SMP favorit, meskipun harus dag-dig-dug dengan NEM.
Aik terdaftar sudah pada urutan 703, dari target (katanya 2500 siswa).
Menyaksikan Aik tidur di kasur lipat (di kamar 8x8 m diisi 40 orang), makan sederhana, dan mulai rutin untuk selalu antre... rasanya ayah dan ibu tak tega dan selalu ingin menitikkan air mata. Tetapi menyaksikan latihan disiplin super ketat 5 kali sehari, sholat berjamaah bersama ratusan dan mungkin nanti ribuan siswa lain, main bola, olah raga berbagai rupa, latihan pidato, dan kebersamaan dengan teman sebaya seluruh Indonesia (bahkan ada yang dari luar), rasanya jadi terhibur kesedihan berpisah dengan Aik.


Meskipun dibanding teman-teman lain yang maunya ditunggu beberapa hari, Aik hanya ditunggu ibunya semalam, dan ditunggu Bapaknya 2 malam sudah mau ditinggal. Malah orang tuanya yang tidak tega dan ditega-tegakan. Tapi ini tentu tak ada istimewanya, karena hampir semua orang tua mengalami perasaan yang sama. Tentu akan lebih berat jika berasal dari luar jawa. Semua orang tua memiliki harapan yang sama, agar anak-anaknya menjadi anak yang sholeh dan sholehah... hanya cara mereka menempuh dan ikhtiar memang berbeda-beda...
Ya Allah lindungilah anak-anak ini, dan jadikanlah mereka para pejuang-pejuang agamaMu... dimanapun nanti mereka berada. Karena sesungguhnya kami sadar bahwa... anak-anak kami hanyalah amanatMu... maka kami kembalikan mereka dalam lindunganMu dan penjagaanMU... Amin...Ya rabbal 'alamin.....

No comments:

Post a Comment